Pengikut

Senin, 03 Juni 2013

PREEKLAMSI PADA IBU HAMIL


Pengertian Preeklamsia
       Preeklamsia merupakan terjadinya peningkatan tekanan darah selama masa kehamilan. Hal ini berbahaya bagi kehamilan karena ketika tekanan darah meningkat maka tubuh akan menahan air dan terdapat protein dalam urin. Hal ini dapat meningkatkan terjadinya keracunan kehamilan yang disebut dengan eklamsia.
       Preeklamsia biasanya menyerang ibu yang baru pertama kali mendapat kehamilan. Mereka yang memiliki riwayat preeklamsia (saudara / ibu) maka mendapatkan resiko yang sama untuk terkena preeklamsia pada kehamilannya.
       Ibu hamil dengan bayi kembar, ibu hamil usia remaja dan ibu hamil dengan usia lanjut (diatas 40th) juga berpotensi untuk terkena preeklamsia pada masa kehamilan. Selain itu ibu yang sebelumnya telah memiliki penyakit darah tinggi atau penyakit ginjal juga memiliki potensi terkena preeklamsia pada masa kehamilan.

*      Jenis Preeklamsia
       Preeklamsia dibagi menjadi dua buah yaitu preeklamsia ringan dan preeklamsia berat. Preeklamsia ringan ditandari dengan naiknya tekanan darah, retensi air dan kandungan protein dalam urin. Preeklamsia berat dapat meliputi sakit kepala, pandangan kabur, tidak dapat melihat cahaya yang terang, kelelahan, mual/muntah, sedikit buang air kecil (BAK), sakit di perut bagian kanan atas, napas pendek dan cenderung mudah cedera. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami pandangan kabur, sakit kepala yang parah, sakit di bagian perut, dan/atau jarang sekali BAK.

*      Penanganan / Pengobatan Preeklamsia
       Preeklamsia pada kehamilan ditangani berdasarkan umur kehamilan dan berapa tingkat perkembangan janian dalam kandungan. Bila sudah dekat dengan tanggal perkiraan kelahiran dan bayi telah cukup berkembang ada kemungkinan dokter segera mengambil tindakan untuk mengeluarkan bayi.
       Bila ternyata preeklamsia telah ditemukan pada usia kehamilan belum cukup bulan maka dokter biasanya memberikan saran agar ibu banyak beristirahat dan berbaring miring ke kiri agar janin tidak mindih urat darah. Ibu juga diharapkan dapat memperbanyak minum hingga 8 gelas air per hari dan mengurangi konsumsi garam untuk menghindari terjadinya eklamsia (keracunan kehamilan)
       Pengobatan pada preeklamsia berat dilakukan dengan memberikan obat yang berfungsi untuk menekan tekanan darah hingga bayi cukup bulan untuk dilahirkan.

*      Penyebab preeklampsia dan eklampsia
       Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari kelainan ini, namun penelitian menyebutkan ada beberapa faktor yang dapat menunjang terjadinya preeklampsia dan eklampsia. Faktor faktor tersebut antara lain, gizi buruk, kegemukan dan gangguan aliran darah ke rahim.

*      faktor resiko terjadinya preeklampsia
       Preeklampsia umumnya terjadi pada kehamilan yang pertama kali, kehamilan di usia remaja dan kehamilan pada wanita diatas 40 tahun. Faktor resiko yang lain adalah :
  • Riwayat kencing manis, kelainan ginjal, lupus atau rematoid arthritis
  • Riwayat tekanan darah tinggi yang khronis sebelum kehamilan.
  • Kegemukan.
  • Riwayat mengalami preeklampsia sebelumnya.
  • Riwayat preeklampsia pada ibu atau saudara perempuan.
  • Mengandung lebih dari satu orang bayi.
*      gejala preeklampsia
       Selain bengkak pada kaki dan tangan, protein pada urine dan tekanan darah tinggi, gejala preeklampsia yang patut diwaspadai adalah :
  • Sakit kepala yang berat.
  • Berat badan yang meningkat secara drastis akibat dari penimbunan cairan dalam tubuh.
  • Nyeri perut.
  • Penurunan produksi kencing atau bahkan tidak kencing sama sekali.
  • Perubahan pada refleks.
  • Mual dan muntah yang berlebihan
  • Ada darah pada air kencing.
  • Pusing.
*      Efek preeklampsia pada bayi
       Preeklampsia dapat menyebabkan gangguan peredaran darah pada plasenta. Hal ini akan menyebabkan berat badan bayi yang dilahirkan relatif kecil. Selain itu, preeklampsia juga dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur dan komplikasi lanjutan dari kelahiran prematur yaitu keterlambatan belajar, epilepsi, sereberal palsy, dan masalah pada pendengaran dan penglihatan.

*      Cara mengobati preeklampsia dan eklampsia
       Pengobatan preeklampsia dan eklampsia adalah kelahiran bayi. Preeklampsia ringan (tekanan darah diatas 140/90 yang terjadi pada umur kehamilan 20 minggu yang mana wanita tersebut belum pernah mengalami hipertensi sebelumnya) dapat dilakukan observasi di rumah atau di rumah sakit terggantung kondisi umum pasien.
       Jika umur bayi masih prematur, maka diusahakan keadaan umum pasien dijaga sampai bayi siap dilahirkan. Proses kelahiran sebaiknya dilakukan di rumah sakit dibawah pengawasan ketat dokter spesialis kebidanan. Jika umur bayi sudah cukup, maka sebaiknya segera dilahirkan baik secara induksi (dirangsang) atau operasi.
       Untuk preeklampsia berat lebih baik dilakukan perawatan intensif di rumah sakit guna menjaga kondisi ibu dan bayi yang ada di dalam kandungannya.

"thanks ya udah mampir, semOga materi tsb bermanfaat u? anda yg meLihat .
ditunggu atuw Coment.nya :)
Poskan Komentar